Flashback On Prasta masih berdiri di depan pintu apartemen Belva. Berulang kali dia memencet bel apartemen namun tak kunjung ada yang membukakan pintu untuknya. Akhirnya ia memutuskan untuk menelfon Belva. Lama hanya terdengar nada tunggu sebelum tersambuung dengan layanan mailbox. Prasta berulang kali menelfon Belva namun perempuan itu tak menjawab telfon dari Prasta. “Belva dimana sih? Kenapa telfon dariku tidak ia angkat,” gumam Prasta untuk yang kesekian kalinya. Percuma saja menlfon Belva, Prasta gantian menelfon Daska. Tapi lagi-lagi ia hanya tersambung layanan mailbox. “Sebenarnya mereka kemana sih? Apa tidak jadi mengadakan pesta?” gumam Prasta sembari memasukan ponselnya ke dalam saku jasnya. Setelah usaha menelfon Belva maupun Daska tak berhasil, Prasta memutuskan untuk pula

