97. Datang Lagi

2307 Kata

Zefanya mengaplikasikan sunscreen, bagian terakhir dari skincare routine yang dia lakukan. Ia lalu mengulas senyum tipis, melihat pantulan wajahnya di depan cermin. Meski masih pucat, tetapi lipstik merah muda yang ia oleskan di bibir setidaknya sedikit membuat wajahnya lebih fresh dan cerah. Usai melakukan ritual pagi dengan kulitnya, Zefanya berdiri. Berjalan keluar dari kamar untuk membantu Ambu Asma dan Rahmi beres-beres sekitar panti. Ini masih terlalu pagi tampaknya. Panti masih lumayan sepi. Mungkin anak-anak masih terlelap atau baru saja bangun. Zefanya berjalan ke arah dapur, mendengar ada suara di sana. Benar saja, dia menemukan Ambu Asma sedang mengeluarkan keranjang belanja dari dalam lemari. “Tumben Ambu sendirian? Rahmi di mana?” tanya Zefanya, menyisir pandang ke sekitar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN