Di depan ruang operasi yang dingin, keluarga Nathan duduk menunggu. Raut wajah mereka begitu tegang. Ada Aras yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut dari staff rumah sakit dan langsung bergegas meski saat itu masih dini hari. Ada Santoso dan Fuji, yang mengetahui kecelakaan Nathan setelah Nathan masuk ke ruang operasi. Serta Dara dan juga Tiara yang baru saja datang beberapa saat lalu. Tiara terus mendekap Dara, berusaha menenangkan wanita itu yang histeris dari pertama mendengar kabar anaknya mengalami kecelakaan. Tangisnya pecah begitu keras. “Kenapa anak itu tak henti-hentinya membuatku khawatir?” pekik Dara cukup ekras. “Tidak cukupkah dengan kejadian kemarin dia membuatku sangat marah dan depresi? Lalu apa lagi sekarang? Nathan ingin membunuhku, kan? Dia ingin membuatku depr

