Zefanya memperhatikan wajah Raka yang tiba-tiba saja berubah tegang sesaat setelah menerima telepon dari ibunya. Padahal beberapa saat lalu, dia tampak begitu ceria, bahkan sangat antusias mendapatkan telepon dari Tiara. Zefanya mendekat ke arah pria itu. Memegang lengan atasnya pelan. “Ada apa? Apa terjadi sesuatu di rumah?” tanya Zefanya, begitu diyakininya telepon telah terputus karena Raka sudah menurunkan ponselnya dari telinga. “Ibu Tiara tidak kenapa-kenapa, kan?” dia bertanya lagi. Raka bergerak perlahan, menoleh ke arahnya. Tatapan mata pria itu begitu hampa saat matanya menatap ke arah Zefanya. Sungguh, Zefanya semakin bingung dengan reaksi yang Raka berikan. Dia juga mendadak khawatir, jika sesuatu yang buruk mungkin saja terjadi pada keluarga lelaki itu. Bagaimana pun, Zefany

