Tasya membuka matanya tiba-tiba, nafasnya sedikit cepat. Dirinya terbangun pada dini hari karena sebuah mimpi buruk yang ia alami. Tasya mendudukan dirinya, menatap Kasya yang masih terlelap di sampingnya. Tasya menghela nafas, mengusap sekilas wajahnya. Tasya tidak ingat seluruh yang dimimpikannya namun Tasya merasa itu mimpi yang sangat buruk dan berhubungan dengan Kasya. Jam menunjukan pukul dua pagi, membuat Tasya kembali berbaring dan mencoba untuk kembali tidur sambil mendekatkan diri pada Kasya dan memeluk suaminya itu. *** Selama tiga hari Tasya sedikit sulit berjalan karena bengkak akibat memar di pergelangan kaki yang didapat saat di toko tempo hari. Tasya tetap berangkat ke kantor meski harus berjalan dengan sedikit tertatih. Leon atau Revan lah yang membantu Tasya menuju

