Tasya terbangun dengan sedikit rasa pusing. Mengerjap sejenak untuk menyesuaikan pandangan dan hal pertama yang ditatapnya adalah wajah suaminya yang tersenyum. "Sya?" Panggil Tasya dengan suara serak. "Selamat pagi istriku sayang." Kasya mendekat dan mencium sekilas kening Tasya. Tasya melirik sekitarnya, "A-Aku di mana Sya?" "Kamu di rumah sakit, semalam kamu pingsan waktu aku dan Dilon jemput kamu ditengah hutan." Kasya membantu Tasya yang mencoba bangun dan duduk di tempat tidur. "Sya." "Hm?" Tasya duduk di tepi tempat tidur dan menghadap Tasya. "Maaf ya udah nyusahin kamu." Kasya tetap tersenyum, "Ngga perlu minta maaf, kamu ngga salah kok sayang." "Kamu ngga marah Sya?" "Engga kok cinta." Tasya bersyukur Kasya tidak memarahinya, hanya saja Tasya juga merasa bingung karena

