"Jadi Tasya sudah siap buat bantu Papa hari ini?" Kenan menatap Tasya di tengah acara sarapan keluarga mereka. Saat mulai sarapan tadi, Tasya mengatakan bahwa mulai hari ini dirinya bersedia belajar membantu Papanya. Meski yang Tasya suka adalah menjalankan toko kuenya namun Tasya sadar bahwa saat ini hanya dirinya yang Papanya punya untuk membantunya. "Iya Tasya siap Pa, lagipula dengan bisa bekerja di kantor Papa bukan berarti Tasya berhenti menjalankan toko. Tasya punya Reyna di toko jadi Tasya tenang kalau harus sambil menjalankan bisnis keluarga kita Pa." "Jadi keputusan Tasya sudah bulat nak?" Tanya Indira, "Papa dan Mama ngga mau memaksa Tasya untuk segera turun ke bisnis keluarga, Tasya bisa coba pelan-pelan nak, kalau Tasya mau puaskan dulu menjalankan usaha Tasya, lagipula Tasy

