"--Ya..." "--Sya..." "Tasya!" "Hah?!" Tasya sedikit terkejut saat tiba-tiba mendengar namanya dipanggil bersamaan dengan tepukan dibahunya. Tasya menoleh ke samping kanannya, di mana Leon tengah menyetir. "Kenapa Yon?" "Lo dari tadi melamun?" "Iya ya?" Tasya pun tidak sadar jika pikirannya sempat terbang entah ke mana. "Lha malah balik tanya. Dari tadi gue panggilin lo kagak nyahut, gue pikir lo kerasukan tadi." Tasya berdesis sebal, "Memangnya ada apaan?" "Gue tadi tanya, lo mau beli makan siang apa jadinya? Sebelum kita sampai di rumah sakit nih. Mau ke restauran yang biasa?" "Emm... Iya deh di sana aja, gue lagi ngga kepikiran mau beli di mana soalnya." "Lo dari tadi melamun apaan memangnya? Ada masalah lagi?" "Ya engga sih, gue hanya penasaran aja sama sesuatu." "Apa?" "Ke

