ALYSA - PERENUNGAN

3964 Kata

Aku berusaha mengabaikan gedoran mematikan yang sejak beberapa menit lalu terus terdengar. Tapi Demi Tuhan! Gedoran itu lebih berbahaya dari kecerewatan Mama di pagi hari yang sudah seperti kereta. Aku mendengus. Sebenarnya aku tahu siapa pelaku tidak sopan itu, tapi tetap saja kenapa dia terus menggedor di saat aku nggak menyahuti apapun sama sekali. Dengan langkah jengkel aku menuju pintu dan merengut pada pengganggu waktu istirahatku. “Apaan sih, Sal?” keluhku dengan nada dan ekspresi jengkel yang tak kututup-tutupi lagi. “Gue mau tidur. Ganggu banget sih!” gerutuku. “Ya lo yang apaan, Alysa. Ini Bali woy! Ngapain lo ke Bali kalo cuma mau tidur? Mending di rumah aja!” Aku mengerucutkan bibirku. “Ya kan tidur salah satu kebutuhan hidup manusia, masa gue nggak boleh tidur sih?” omelku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN