“Ma, masih inget private room tempat aku dan Alvaro ketemu pertama kalinya? Sini, buruan. Aku sama Alvaro mau bahas pernikahan nih!” Baik Alysa dan Alvaro sama-sama menghubungi kedua orangtuanya dengan kalimat yang serupa. Alvaro sudah nggak mempedulikan pesta yang saat ini sedang berlangsung di ballroom hotel. Jelaslah, ini pernikahannya, jadi lebih penting dari apapun. Begitu juga dengan Alysa yang sudah nggak mempedulikan apapun lagi dan memilih menikah dengan Alvaro. Sekalipun dia harus menjadi istri di usia muda, atau bahkan menjadi ibu di usia muda, dia benar-benar tidak memikirkannya lagi. Dia juga yakin Alvaro bukan tipikal pria yang melarang ini-itu. Dia pasti masih memiliki kebebasan untuk memilih sesuatu dan tentunya dengan persetujuan suami. Seperti kata Mamanya, ini adalah p

