ALYSA - HADIAHKU

2548 Kata

Semalam itu... kurang ajar, aneh, canggung, namun sangat manis. Katakanlah aku bodoh karena hampir saja terperosok ke jurang kemesuman seorang Alvaro Tristan Anindito, tapi aku tidak merasa menyesal sedikitpun. Satu-satunya penyesalannya adalah kenapa Alvaro memutar arah bibirnya yang tadinya hendak mencium bibirku menjadi keningku. Ya, aku memang bodoh. Nyaris b**o banget! “Good night.” “Good night pale lu peyang! Gue nggak bisa tidur, anjir!” Rutukku karena jengkel dengan sikapku yang sekarang. Ini jelas berbeda dengan diriku yang sebelumnya. Semalam ada yang hendak m*****i bibirku, tapi aku tidak marah sama sekali. Semalam aku keluar mobil dengan canggung, bukannya memaki dia habis-habisan. Dan kejengkelanku ini bukan karena dia berhasil m*****i bibirku, melainkan karena dia tidak ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN