ALVARO – REUNI DAN KEMARAHAN

2705 Kata

“Jiaahhh, Alvaro Tristan Anindito akhirnya datang juga!!” Seruan itu mengalahkan suara musik yang sedang diputar. Temen-temenku ini memang rusuh sekali. “Gila, lo telat banget. Ada tender milyaran ya sampe lo menomorduakan reuni ini?” Celetuk Kevin. Seperti biasa, dia memang suka ceplas-ceplos. Ceplosannya itu ternyata mengundang decakan dari beberapa teman laki-laki yang kukenali. Meja bundar itu seharusnya hanya menampung lima orang saja, tapi berhubung teman-teman SMA-ku lumayan banyak dan mereka nimbrung jadi satu, alhasil meja menjadi penuh sesak. Dengan kekehan yang masih menghiasi bibirku, aku menyalami satu persatu teman lamaku. Tentunya bukan hanya salaman biasa, tapi melakukan high five dulu, setelah itu tos. Bagi yang dekat, kami saling membenturkan bahu. Aku mengamati sekeli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN