Laki-laki kurang ajar! Itu yang ada dibenakku saat ini. Aku marah –sangat marah- karena perlakuannya padaku. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Bahkan aku pun nggak tahu kalau dia juga alumni SMA ini. Tiba-tiba saja dia datang, marah-marah, dan menciumku seenaknya. Brengsek! Dan yang membuat dia menjadi sangat b******k adalah ini ciuman pertama aku. Bagaimana bisa dia membuat ciuman pertama aku sangat buruk seperti ini? Menjengkelkan. Sekuat tenaga aku memberontak, berusaha menyelamatkan harga diriku sebelum jatuh sepenuhnya. Aku mendorong dadanya dan berhasil. Pria itu, Alvaro, menatapku dengan tatapan tajam dan nafas yang masih terengah-engah. Tanpa mempedulikan hal itu, aku langsung menampar pipinya sehingga meninggalkan bekas kemerahan dipipinya. “Aku bukan perempuan murahan yang bi

