“... rencana perjodohan kamu sama anaknya temen Mami bakal diterusin. Anaknya udah setuju kok. Rencananya sih Senin depan kita bakal dateng ke rumahnya...” Aku mengernyit mendengar suara Bu Widya yang sedang berbicara serius dengan Pak Alvaro. Perjodohan Pak Alvaro bakal dilanjutin? Astaga, jadi selama ini pria itu sudah akan dijodohkan? Lalu kenapa kemarin dia bersikap seolah-olah pria single yang bebas memilih pasangan? Aku mematung di tempat. Aku terkekeh miris. Aku mengusahakan proposalnya sampai menemui Salsa. Bahkan aku kembali dengan kabar baik untuknya. Dan inikah yang aku dapat? Seharusnya aku memang nggak mempercayai Pak Alvaro. Dia berpacaran dengan Alika yang notabene-nya bukan perempuan baik-baik. Bukan nggak mungkin juga kalo dia ternyata bukan pria baik-baik. Aku mengeras

