Kutatap Alysa yang saat ini sedang memejamkan matanya dengan tangan yang diinfus. Sedikit lega karena saat ini aku ada di sampingnya. Sebelumnya aku benar-benar panik karena Mama Alysa menghubungiku dan mengatakan kalau Alysa sakit sementara di rumah tidak ada siapapun. Orangtua Alysa sedang ada dinas luar kota, dan kakaknya juga sedang tidak di Jakarta. Tanpa memikirkan apapun lagi aku langsung menuju rumah Alysa. Seminggu sudah aku nggak bertemu dia. Dan seminggu sudah aku menahan rindu yang luar biasa. Baik keluargaku maupun keluarga Alysa sepakat untuk nggak membiarkan kami bertemu dahulu. Alasannya tentu saja demi kebaikan masing-masing. Alysa masih terlalu emosi dan aku mungkin akan tersulut. Jika kami bertemu, dikhawatirkan akan ada hal-hal yang tak diinginkan yang bisa saja malah

