Musim semi di kota Maria terasa berbeda. Jika pada umumnya semerbak harumnya bunga yang dihembus angin menerpa wajah, kali ini hanya ada asinnya laut yang tercium tajam. Teriknya sinar mentari sendiri juga sedikit menyengat tidak seperti biasanya. Tapi itu semua tidak berarti bagi dua orang pria dan wanita yang saat ini sedang berdiri dengan pistol. Sebuah sasaran tergantung di pohon sejauh 15 meter telah disiapkan. Giliran pertama adalah pria berkulit tan yang telah memasang posisi menembak. Seringai miring terulas di bibir tebalnya ketika membidik. Sesekali ia melirik ke arah gadis bersurai platina yang saat ini tampak amat jelita di matanya karena gaya rambut kuncir kuda tinggi. Idril berdiri dengan senyuman lugu dan memasang wajah kagum begitu peluru dilepaskan. Sekitar lima peluru

