Idril kembali mengucapkan doa-doanya semalam. Ia berharap acara hari ini akan lancar, tidak ada kejadian apapun yang terjadi. Sejak pagi hari para pelayan telah sibuk merias sang nona, setelah berlama-lama memilih gaun. Tidak hanya itu Zeref juga tidak kalah sibuk, butler keluarga Tinuvel tersebut berjalan kesana-kemari untuk memeriksa setiap persiapan untuk menyambut delegasi dari kerajaan tetangga. Tugas pertama yang diterima sang marchioness secara perdana membuat mereka semua berjuang mengerahkan segala kemampuan mereka, terlebih lagi pertemuan yang akan dihadiri gadis bersurai platina tersebut bukan hanya perjamuan sederhana saja. Tetapi untuk menjalin ikatan persahabatan dengan dua kerajaan. “Apakah buah tangan untuk earl sudah dibawa?” tanya Idril kepada Zeref. Sang butler hanya

