"Buka pintu," titah Alex. Sambil masih menyodorkan pistol, Alex memaksa Snow dan Raffa untuk masuk ke dalam rumah. Raffa sempat hampir melawan. Namun, dia terpaksa harus diam saat Alex mengancam untuk menarik pelatuk saat senjata menempel pada pelipis Snow. Sebenarnya bisa saja Alex menghabisi nyawa Snow dan Raffa sekarang juga. Namun, lelaki itu tentu masih punya banyak pertimbangan. Suara senjata api akan menarik perhatian banyak orang. Jika sampai tertangkap, nasib buruk akan menimpa Alex. Alhasil, Alex memilih untuk bermain sedikit lebih rapi. Alex tidak mungkin membunuh dua manusia itu secara terang-terangan. Setidaknya, tidak di tempat terbuka seperti ini. Skenario terbaik adalah dengan cara melakukan pembunuhan tanpa jejak. Polisi tidak akan menemukan siapa pelakunya. Lagipula, i

