Rasa sakit, bau darah, dan pemandangan yang Raffa lihat saat ini sama persis seperti gambaran masa depan yang sering muncul selama beberapa waktu terakhir. Tubuh Raffa terkapar di atas kubangan cairan berwarna merah. Matanya masih terbuka, dan sosok wajah Alex masih terpampang jelas di hadapannya. Penerawangan masa depan seolah menjelma menjadi kenyataan. Raffa belum pernah merasakan bagaimana tersiksanya sebuah kematian. Namun, yang kini Raffa rasakan serupa rasa sakit manusia yang sedang sekarat. Ini akan menjadi akhir dari segalanya, batin Raffa. Tubuh Raffa tertembak untuk yang kedua kalinya. Tepat saat Snow berhasil lari dari Alex, tubuhnya terkena sebuah peluru yang langsung membuatnya tumbang. Raffa berada di ujung kekalahan. Ini sangat menyakitkan. Namun, beruntung, Raffa masi

