66. Pulang

2121 Kata

Pantulan wajah dari cermin menampakkan kedua mata Snow yang memerah. Wanita itu tidak ingin menangis. Sialnya, air mata terus saja mendesak keluar menumpahkan segala emosi sedih, kecewa, sakit, marah, takut, khawatir, tapi juga ada rasa rindu dan sayang. Tony: Raffa udah sadar. Dia ada di kamar 303. Pesan dari Tony lagi-lagi hanya Snow abaikan. Sejak malam tadi, dia sama sekali tidak membalas pesan, pun enggan menerima panggilan. Bukannya tidak peduli dengan keadaan Raffa. Hanya saja, Snow benar-benar masih sangat terluka akibat pertengkaran mereka. Kebersamaan Snow dan Raffa tidaklah sebentar. Bahkan, Snow sudah mengenal Raffa jauh sebelum dia bertemu dengan Leo. Jadi, ketidak jujuran Raffa kali ini menjadi terlalu melampaui batas. Terlebih lagi, hal yang Raffa sembunyikan adalah ses

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN