Air mata sudah menggenang, tapi tidak sampai menetes. Snow terus mencoba tenang walau hatinya sesak. Tak ingin terpancing emosi meski sebenarnya sudah ada bibit kecewa dan amarah. "Raff," panggil Snow. "Bisa kita ngobrol sebentar?" Raffa tidak menoleh. Mungkin lelaki itu tidak mendengar suaranya. Alunan musik dari headphone cukup mampu meredam apa yang Snow katakan. Sambil menyimpan gelang dalam saku celana, Snow lantas melangkah mendekat ke arah Raffa. Dia ingin segera membicarakan ini sekarang juga. Tak bisa ditunda meski Raffa terlihat sedang sangat menikmati aktifitasnya. "Raff," panggil Snow seraya menepuk lengan Raffa. Kepala Raffa langsung mendongak. Garis senyum masih ada di bibirnya. Wajahnya tampak manis seperti biasanya. Sambil melepas headphone, alis Raffa sedikit terangka

