Snow mendesah lelah. Hujan salju kali ini terbilang cukup lebat. Sungguh sial, Snow belum bisa keluar dari rumah sejak pagi tadi. Padahal, ada banyak bahan makanan yang dia butuhkan. Sejak kemarin, Gio juga sudah belasan kali meminta yogurt rasa strawberry. "Apa supermarketnya jauh?" tanya Gio. Snow mengangguk sambil memindai lautan putih melalui jendela. Belum juga lima detik Snow melihat ke luar, kedua mata Snow lantas menangkap sosok seorang lelaki yang tengah berdiri di depan rumahnya. Lelaki itu tampak menggunakan mantel tebal dan penutup kepala. Selama beberapa detik, mata mereka sempat saling tatap. Setelah itu, lelaki itu langsung pergi begitu saja. Orang itu lagi, batin Snow. Semenjak tinggal di St. Moritz, lelaki itu memang selalu mengawasinya. Dalam satu hari, dia bisa meli

