72. Tinggalkan St. Moritz

1476 Kata

Seorang lelaki dengan rambut cokelat dan mata abu-abu sedang berada di balik stir mobil. Wajahnya muram, tatapannya penuh kesedihan, dan bibirnya terus mengucapkan kata perampunan. Tak hanya sekali dia meminta maaf kepada Tuhan, kepada semua keluarga dan teman-temannya, kepada anak semata wayangnya, dan yang paling utama adalah kepada istrinya. Snow Estelle. "Leo, itu kamu?" tanya Snow ketika melihat dengan jelas sosok Leo yang tengah mengendarai mobil. "Maaf, Snow. Maafin aku." "Maaf kenapa? Maaf untuk apa?" tanya Snow. Tak ada jawaban. Bahkan, Leo sama sekali tidak menoleh. Dia seperti tidak bisa melihat keberadaan Snow. "Maaf. Aku titip Gio ya. Maafin aku," ucap Leo lagi. "Apa maksudnya?" Snow lantas mendekat dan mencoba menyentuh lengan Leo. Namun, Snow gagal melakukannya. Leo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN