"Daddy!" Sudah lebih dari satu tahun Raffa mendengar dirinya dipanggil dengan sebutan 'daddy'. Namun, hatinya tetap selalu menghangat ketika mendengar Gio memanggilnya seperti ini. Gio sudah menganggap Raffa sebagai seorang ayah. Ya. Ayah. Sungguh, tak pernah ada di benak Raffa kalau Gio akan menyebutnya 'ayah'. "Daddy!" panggil Gio sekali lagi. "Iya? Kenapa?" Gio yang sudah menggunakan seragam berwarna biru muda berlari dari arah kamarnya. "Dimana kaos kakiku?" "Coba cari di lemari bawah," balas Raffa. "Nggak ada." "Dicari lagi, pasti ada." "Tolong Daddy cariin. Gio udah cari, tapi nggak ada," jawab Gio dengan nada frustasi. "Tunggu sebentar. Daddy juga lagi cari baju tapi belum ketemu." "Tolong cariin kaos kaki Gio dulu," gerutu Gio. "Gio udah mau berangkat sekolah." "Sebenta
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


