Snow menatap cemas wajah Raffa yang sedikit pucat. Seharusnya beberapa hari ini Raffa harus banyak istirahat. Dia masih berada pada tahap pemulihan pasca operasi. Meski sudah tidak dirawat di rumah sakit, tapi luka bekas tembakan masih belum sepenuhnya pulih. "Buat gerak masih sakit banget?" tanya Snow. "Enggak banget." Snow mulai memeriksa bekas jahitan sambil mengganti perban. Dahinya mengernyit. Sedikit menyesal, mengapa sejak kemarin-kemarin Snow tidak hadir ketika Raffa butuh dirawat olehnya. "I'm ok, Strawberry," ucap Raffa yang tentu bisa membaca benak istrinya. "Nanti kita ke rumah sakit aja ya. Harus dikontrol ini kayaknya." "Non. Dokterku bilang, nggak ada masalah. Nggak usah khawatir." Snow hanya bisa menggerutu. Selama ini, Raffa memang masih dipantau oleh dokter pribadi

