"Jangan pernah pergi lagi," pinta Raffa sambil terus melilitkan kedua tangannya. Snow tidak bersuara, tapi kepalanya mengangguk. "Dan tolong jangan pernah punya pikiran kalo aku bisa bohongin kamu, Strawberry. Karena itu nggak akan pernah terjadi lagi." Wajah Snow menengadah. "Jangan berani-berani. Karena cepat atau lambat, aku pasti bakal tau." Raffa terkekeh sambil mengusap kedua embun di sudut matanya. "Sekarang kemampuan aku udah naik level, Raff," lanjut Snow dengan nada bercanda. Kali ini keduanya sama-sama tertawa. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak tergelak seperti ini. Setelah lebih dari satu pekan diselimuti kemarahan dan tangisan, kini mereka bisa kembali bersatu dalam dekapan. "Ada Gio, Raff," bisik Snow saat bibir Raffa mendarat di telinga. "Biarin. Biar dia bisa

