Snow membuka perlahan kedua matanya yang masih sembab. Rasanya masih terlalu berat. Namun, entah mengapa tubuhnya justru seringan kapas. Ingatan terakhirnya adalah ketika dia terlelap dengan tak sengaja di atas sofa. Sungguh aneh, kini Snow justru bangun di dalam ruangan serba putih. Ini bukanlah rumahnya. Snow hampir tidak mengingat tempat ini. Namun, sebuah foto pernikahan dirinya dan Leo lantas membuat Snow sadar satu hal. Ini adalah rumah lama milik Leo, rumah pertama yang mereka huni saat berada di Italia. "Snowy," panggil seseorang. Snow menoleh ke arah sumber suara. Hanya ada satu orang yang memanggilnya seperti itu. Leo. Snow segera berjalan ke arah ruang tengah. Well, dugaannya benar. Leo sedang berdiri membawa segelas teh chamomile. Senyumnya tipis, tapi selalu hangat. Cara

