Sasya 21 Juli 2019 "There is something weird about Mas Reza and my trauma ...." "What is it?" Kini Yogi duduk di sudut meja makan, tepat di sampingku, menatapku tajam untuk menunggu jawaban. Aku menunduk sambil bertumpu pada meja makan. Yogi pun mendekati wajahku dan menyentuh pipiku, "Apa?" "Tubuh gue nolak dicium dia ... Kayak ... Di isi kepala gue langsung muncul muka Janu, padahal gue tau dan udah jelas-jelas yang nyium gue itu Mas Reza. Ya gue takut, badan gue langsung merinding." Yogi melongo kebingungan. "Gue otomatis dorong Mas Reza, dia langsung gak enak hati gitu. Makanya kita sampai sekarang cuma ciuman sekali itu aja, Gi. Bego banget gak sih gue?" Aku menutup wajahku. Yogi tidak merespon apa-apa dan masih memasang ekspresi kebingungan. "Kalau sama gue? Lo gak gitu?" Ak

