Cyn tersenyum geli mengingat pertemuan terakhirnya dengan Hendro, untung saja tidak ketahuan oleh orangtuanya jika mereka berpelukan. Cyn tahu orangtuanya bukan orang tua yang kolot tetapi tentang rasa ini tentang sopan santun menurut Cyn. "Mau peluk terus aja nih?" ujar Gio mengeratkan pelukan mereka. Cyn tidak menjawab melainkan tertawa saja menanggapi Gio. "Udahan nangisnya?" canda Gio. Melihat Cyn ingin melepaskan pelukan mereka Gio buru-buru menenang wanita itu, "bercanda bercanda Cyn..." Dia yang nngeledek, dia yang takut. "Lusa kayanya Sabian nginep di tempat Mas Hendro, mas," ujar Cyn dengan suara kecilnya di d**a Gio. "Oh iya? Sabian udah mau?" Cyn mengangguk, "aku jug awalnya bujuk dia dikit. Kalo betah mungkin bisa lima harian. Tergantung Sabian lah pokoknya." Cyn tan

