“Bunda. Laka beli sayul." Seorang bocah laki-laki berlari mendekati Clarissa dengan wajah gembira. Tangannya mengangkat kantung kresek tinggi-tinggi. Anak laki-laki itu mendongak menatap sang ibu dengan wajah ceria, lalu ia menolehkan kepalanya memandang sosok yang menjulang tinggi di samping wanita cantik itu. Di sana Arkan sedang merunduk menatapnya dengan binar rindu. "Om Alkan." Pekik bocah itu histeris saat mengetahui siapa yang ternyata ada di rumahnya. Anak itu memeluk pinggang Arkan di balas usapan lembut dari lelaki itu di pucuk kepalanya. "Raka darimana sayang?" "Lual Om." Balasnya polos. Arkan tergelak sesaat lalu ia terkekeh pelan. "Kamu beli apa?" Mata Arkan menatap kantung kresek hitam yang di bawa putranya. "Sayul Om." "Sayur apa?" "Laka beli sayul kangkung O

