Nayla ingin memecah keheningan, namun lidahnya terasa kelu. Ia memilih berdiam diri sambil menikmati sarapan yang terasa sulit untuk di telan. Tak tahan dengan suasana awkward yang terjadi, gadis yang sedang menempuh pendidikan semester 4 di Universitas nya itu pun akhirnya bersuara. "Pa." Panggilnya, Josh menoleh cepat dengan mata tajamnya membuat Nayla bergidik dan menelan ludahnya gugup tanpa sadar. "Ada apa?" Sahut Josh datar. Nayla tidak langsung menjawab, ia justru melirik kakak laki-lakinya yang hanya diam dan terus melanjutkan sarapan. Josh yang melihat kemana arah mata putrinya hanya berdecak pelan. "Papa sama Ka--". "Nayla kamu tidak perlu ikut campur urusan Papa dengan kakakmu. Fokus saja dengan kuliahmu. Jangan pernah buat Papa kecewa. Dan jangan tambah MASALAH lagi

