Andre begitu bersemangat, hari yang di tunggu-tunggu akhirnya pun tiba. Ketukan pintu menyentaknya dari euphoria yang sedang melandanya, kalian bahkan tidak akan percaya jika lelaki tampan berusia 25 tahunan itu sejak bangun tidur sibuk mengacak-acak isi lemarinya. Ia bahkan sampai telat sarapan, membuat Sari jadi memarahinya. Tok tok tok. “Nak.” panggil seseorang dari balik pintu. Andre bergegas membuka pintu menampilkan sosok Sari sang mama, beliau melirik ke dalam kamar anak laki-lakinya lewat celah pintu yang terbuka sedikit. Bola matanya melotot melihat banyak baju berserakan diatas kasur dan lantai kamar. Lebih parah dari tadi pagi terakhir ia lihat. Sari menatap putranya yang saat ini sedang menggaruk kepala sendiri kikuk. Sari menggeleng kepala heran, “Kamar kamu kenapa

