Maaf Yang Tertunda

1903 Kata

Mobil berwarna merah berhenti tepat di depan rumah sederhana bercat putih abu-abu pada siang hari. Perempuan di kursi sebelah kemudi tersenyum manis kearah samping sebelum akhirnya turun dari dalam mobil dengan wajah berseri yang tampak jelas di raut wajahnya. Si pengemudi menurunkan kaca jendela mobilnya, menoleh lalu kepalanya ia julurkan ke depan sedikit, merunduk agar bisa melihat wajah perempuan yang baru saja turun dari dalam mobilnya. "Makasih Mas Bram. Sudah antar Bella." ucap perempuan bernama Bella itu sambil tersenyum dari luar kepadanya. Tubuh perempuan itu sedikit membungkuk untuk melihatnya yang juga tengah menatap balik. Lelaki yang ternyata Bram balas mengangguk tersenyum hangat "Hmm, Masuklah kamu perlu istirahat." sahut lelaki itu penuh perhatian dan bernada lembut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN