Bab 30

1090 Kata

Dengan pemikiran gilanya, Aarav beranjak dari posisi duduknya kemudian melangkahkan kaki dengan pelan menuju pintu toilet, sebisa mungkin Aarav tak menimbulkan suara. Sejenak, Aarav memandang lekat lekat pintu itu. Tidak ada pilihan lain bukan? Sudah sangat benar dengan pemikirannya saat ini, yang terpenting dia bisa selamat keluar dari rumah ‘angker ini’. Tanpa menunggu lagi, Aarav langsung mengunci pintu itu dari luar. Aarav menahan nafas sejenak setelah menyelesaikan itu. Tiba-tiba saja dadanya menjadi sesak, tidak! Ini sudah benar. Tidak ada yang salah! Kemudian Aarav menelaah sudut ruangan, lalu apa yang harus ia lakukan sekarang. Apa langsung ke atas untuk menuju pintu itu. Ide bagus! Tak ingin membuang banyak waktu, Aarav menjauh dari pintu kamar mandi menuju dekat kasur. Tergesa-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN