"Rav." panggil Diah lemah saat Aarav tidak memberi respon dari ucapannya. “Iya?" Aarav menjawabnya dengan lirih. "Lo kemana aja capek gue panggil tadi." tanya Diah masih lemas. "Maaf ketiduran." Aarav menjawab sekadarnya. Dan semakin membenci dirinya sendiri karena terpaksa membohongi Diah, tak mungkin kan Aarav berkata dengan jujur. Diah hanya mengangguk dan saling mengeratkan pelukan mereka. Tanpa aba-aba, Aarav langsung menyelipkan tangannya di lekukan lutut Diah, mengendong Diah briday style membawanya keatas kasur. Aarav tak ingin Diah berlama-lama disini, takutnya nanti Diah sakit karena kedinginan. Tepat mereka sudah diatas kasur, Aarav menaruh Diah dengan pelan di atas kasur, namun Diah tak ingin melepaskan pelukannya dari Aarav. Diah semakin erat mengalungkan tangannya di leher

