Diah langsung menghunuskan tatapan tak sukanya kearah Aarav yang masih menunduk tak menatapnya, Diah sangat mengerti arti dari ucapan itu. “Maksud lo apa, kita bisa selamat berdua." sentak Diah dengan sangat yakin. Setelah memastikan tak ada bekas air mata yang tertinggal di pipinya. Aarav perlahan mendongak kembali kearah Diah usai berhasil menormalkan mimic wajahnya, kemudian menggeleng lemah. “Gue nggak yakin." Aarav tercekat. “Maksud lo?" Diah semakin tak suka dengan ucapan itu. Diah sangat membenci kalimat itu. Aarav hanya bisa menggeleng lirih. Diah menarik napasnya yang terlanjur sesak, Diah menatap kearah Aarav dengan penuh keyakinan. “Itu lo lagi di ganggu setan karena cemas, tenang aja kita bisa selamat bareng,” ujar Diah sangat tegas. Masih sama, Aarav hanya memberikan gele

