Bab 33

1054 Kata

Pada akhirnya mereka bisa berada di luar rumah setelah melewati kamar yang mengerikan itu karena banyaknya mayat di dalam kamar itu. Tak hanya mayat, juga darah-darah yang masih berbau seger namun amis. Sepertinya seluruh tumbal diletakkan di kamar cukup mengerikan itu. Di depan pintu, Aarav merasa perasannya tidak tenang. Aarav menatap Diah, dia memegang pergelangan Diah hingga membuat Diah berhenti dari langkahnya, Diah langsung menoleh menatap Aarav dengan alisnya yang menyatu. Aarav menatap Diah dengan tatapan yang sulit diartikan. "Gue kayaknya nggak bakalan selamat,” ujar Aarav pelan.  Diah mendelik tak suka kearah Aarav, tak hanya satu dua kali saja Aarav berkata demikian sudah berkali-kali hingga membuat Diah muak. Bukankah keselamatan sudah di depan mata? Kenapa Aarav masih sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN