Rendi dan Ria menghela napas panjang sejenak kemudian dengan sangat terpaksa mereka memilih mengangguk. Mungkin saat ini Diah memang butuh sendiri, mereka juga membiarkan agar Diah istirahat saja. Renda dan Ria sudah menghilang dari pandangan Diah, di situlah waktunya tangisan Diah meledak histeris dengan tangan yang membekap mulutnya kuat-kuat agar sedikit bisa meredamkan suara yang begitu keras. Ya Tuhan, Diah merasa begitu hancur. Diah tak terima kenyataan bahwa Diah sudah kehilangan sahabat-sahabat yang ia sayangi dan Diah cintai. Sampai kapanpun, Diah tak bisa mengikhlaskan kepergian mereka yang tragis. Tidak! Diah tak bisa, dunia Diah terasa hancur tanpa sahabat-sahabatnya lagi. Harus bagaimana Diah hidup sekarang? Harus bagaimana Diah menjalani hidupnya yang sudah terasa hampa? Diah

