Diah menggeleng kecil kemudian tanpa aba-aba Diah langsung memeluk Mama dan Papanya. Rasanya ingin menangis namun Diah tak bisa menangis di depan orangtuanya, ia tak ingin orangtuanya semakin khawatir dengan kondisinya. Diah harus menutupi penyakitnya, Diah tak ingin orangtuanya semakin khawatir dengan kesehatan mentalnya. *** "Benar rumah itu akan dirobohkan." Rendi berkata seraya menatap istrinya. Rendi ikut duduk disamping istrinya yang tengah menonton TV di ruang tamu. Ria lantas menoleh kearah suaminya, Ria bertanya tak percaya. Dia menatap suaminya, bingung. “Benar Pa? bagaimana bisa?" Rendi mengendikkan bahunya, “Papa juga tidak tahu Ma, Papa dikasih tau sama papanya ben." Rendi menjelaskannya dengan pelan seraya merangkul istrinya. Di sisi lain… Diah yang baru saja menginjak

