Bab 25

1760 Kata

"Gue pasti bakalan mati karena kelaparan hiks," Bodohnya Geya baru ingat, Geya tidak membawa persediaan makanan sedikitpun. Ini pasti karena terlalu senang, sampai ia melupakan semuanya kecuali ia tak mati hanya itu.   Geya yang sudah menyerah memilih duduk di batu-batuan yang berada di sebelah kanannya. Asik melamun tiba-tiba Geya mendengar suara mobil yang berjalan menuju ke arahnya. Geya berdiri dan melihat ke arah suara mobil itu dan ternyata benar ada mobil. Geya langsung berseru bahagia, akhirnya disini ada orang. Ia semakin ceria, peluang untuk selamat ternyata memang ada. Dasar Geya memang, cepat sekali menyerah dan pasrah begitu saja padahal banyak sekali keajaiban yang bakal datang, seperti keinginan yang ada hatinya.   "Pak berhenti, tolong saya," mobil itu masih jauh jarak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN