Bukan Kalila namanya jika tidak gengsi. Dia memutar otak untuk mencari alasan, padahal dia pun terngiang soal percintaan yang mereka lakukan beberapa waktu ke belakang. Kalila mengangguk pelan sebagai jawaban, membalas tatapan Darius yang terus saja memiliknya sedari tadi. “Temenku banyak yang jadi janda di usia muda, aku nggak mau jadi janda, makanya aku berubah pikiran. Mau mencoba belajar menerima pernikahan kita,” ujar Kalila, terdengar seperti alasan, tapi itulah kenyataan. “Kamu sudah sadar, heh?” ejek Darius karena Kalila begitu cepat berubah pikiran.”Entah kerasukan apa kamu, sehingga berubah pikiran secepat itu.” Siapa pun pasti ingin menikah sekali seumur hidup, Kalila sudah mulai sadar jika tidak ada salahnya mencoba menerima. Pun Darius, pria itu meski terlihat sangat dari

