Tiga bulan setelah Rendra berangkat ke Singapura, Maya menjalani hari-hari dalam ritme baru. Bangun pagi, video call dengan Rendra (jam 7 pagi waktu Indonesia, jam 8 pagi waktu Singapura), kerja, pulang, video call lagi malam hari, tidur. Rutinitas itu melelahkan, tapi juga menenangkan. Setidaknya mereka masih terhubung. Tapi masalah baru selalu punya cara untuk muncul tanpa diundang. --- Senin pagi, kantor Maya. Maya baru sampai ketika Rina menyambutnya dengan wajah panik. "May, lo lihat belum? Email dari Pak Rudi?" Maya mengernyit. "Email apa?" "Perusahaan mau restrukturisasi. Ada kemungkinan PHK." Maya diam. Jantungnya berdebar. "Apa?" Rina menghela napas. "Iya. Divisi kita kena imbas." Maya duduk di kursinya. Laptop menyala. Email dari Pak Rudi benar-benar ada. "Kepada sel

