27. Sandiwara

1320 Kata

"Tunggu disini dulu sebentar mas. Aku mau mandi. Aku takut sendirian di rumah. Kumohon sebentar saja mas, setelah aku selesai kamu boleh pulang. Please mas." "Ya, baiklah. Cepat sana." Riska tersenyum, kemudian gadis itu berjingkat ke belakang seraya berlari-lari kecil. Aku hanya menggeleng pelan, melihat tingkah gadis itu, dah seperti Nessa aja yang manja. Seketika rasa kantuk menyergapku. Aku beranjak ke teras sekadar menghirup udara malam serta membasuh mukaku agar rasa kantuk ini mereda. Kembali duduk di dalam sofa, tapi nyatanya rasa kantuk ini begitu menggelayuti mataku. Kenapa aku ini? Apa karena terlalu lelah berolahraga jadi seperti ini? Aku menggeleng pelan, lagi-lagi aku menguap. Kulirik jam di arlojiku, sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Menoleh ke dalam, kenap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN