26. Dijebak

1224 Kata

"Tumben lu anteng sekarang, gak galau lagi," tukas Farhan saat jam makan siang bersama. Aku tersenyum. "Ya, gue udah berdamai dengan istri. Terima kasih atas saran lu selama ini." "Cie ... Cieee ... Yang dah kembali baikan, ehem-ehemmm." "Tapi gue jadi dimusuhi ibu sama kakak gue." "Dimusuhi?" "Ya, gara-gara gue belain Mila." "Ckck, keluarga lu aneh ya. Lu belain istri sendiri kok malah dimusuhi." Aku mengedikkan bahu. Entahlah, aku juga merasa selama ini tak adil pada Mila. Aku banyak menuntut tapi tak bisa memberinya lebih. Aku tak mengerti kebutuhan dirinya dan juga anak-anak. Jadi seringkali mereka tersakiti karena sikapku. Drrrttt ... Drrrttt ... Ponselku bergetar, ada yang mengirim pesan ke aplikasi hijauku. Dari nomor asing lagi. Kubuka pesan itu. Keningku mengernyit ketik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN