25. Siasat Licik

1218 Kata

Indah menghempaskan tubuhnya diatas sofa dengan kasar. "Kenapa Indah, kok mukanya ditekuk gitu?" tanya ibu. "Ini semua gara-gara Mila, Bu." "Mila? Kamu ketemu dimana bukannya tadi kamu mau ke butik beliin gamis buat ibu?" "Iya, gak jadi. Aku ketemu Mila disana, Bu." "Kok bisa, mau ngapain dia disana." "Ya ketemuan sama selingkuhannya lah, Bu. Ibu tau gak, ternyata laki-laki yang biasa bersama Mila itu pemilik butik langgananku, Bu!" "Apa?" "Ibu tau gak, bahkan laki-laki itu terang-terangan bilang menyukai Mila. Dia muji-muji Mila, Bu. Bahkan dia maki-maki aku dan mau laporin aku ke polisi. Bayangkan, Bu. Aku yang selama ini beli baju langganan di tempatnya, dia justru mojokin aku. Kupikir pemiliknya itu pria baik-baik, ternyata sama aja! Mata keranjang." Ibu terdiam, ia tampak sho

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN