"Haikal, kamu kok malah diem aja sih! Kakakmu butuh bantuan tenaga, tapi istrimu gak mau bantu! Ngomong sesuatu kek!" "Bu, benar juga lho ucapan Mila. Anak-anak kami siapa yang akan jaga kalau Mila masak di tempat Mbak Indah. Daffa-Daffi mungkin masih bisa main sendiri, tapi Alina masih sangat kecil. Dan Mbak Indah kan orang kaya, sepertinya gak susah tuh kalau cari orang buat masak-masak, tinggal kasih bayaran yang sesuai aja kan beres," sahut Mas Haikal. "Huh, jadi sekarang kamu sudah kena racun si Mila ya! Belain terus istrimu itu!" Ibu yang merasa kesal akhirnya pergi, apalagi Mas Haikal menanggapi ucapan ibu dengan membelaku. Awalnya dia hanya memandangku dan ibu secara bergantian. "Sudah ayo sarapan, Mil. Jangan dengarkan ucapan ibu. Ibu kan sudah biasa seperti itu." Aku terseny

