23. Menolak

1108 Kata

"Trik basi! Aku gak nyangka aja wanita yang kelihatannya polos diluar ternyata bobrok di dalam! Ckck!" Aku tersenyum. Ah biarkan saja mereka berkata sesuka hati. Yang penting aku tidak melakukan apa yang mereka tuduhkan. "Tuh lihat Bu, dia malah tersenyum. Belagak tenang kayak gitu. Terlebih dia gak nyanggah apa yang kita tuduhkan, jadi pasti semua itu benar! Kita harus kasih tahu hal ini pada Haikal, Bu. Enak aja Haikal punya istri murahan seperti dia!" sungut Mbak Indah yang makin kesal. Ibu hanya melengos, menatap sinis ke arahku. "Hei Daffa-Daffi, kamu dikasih jajan apa sama ibumu?" tanya Mbak Indah ketus "Banyak budhe, ada es krim, roti--" "Ish budhe-- budhe, panggil aku aunty, okey. Budhe terlalu tua." "Sudah Mbak bicaranya? Kalau sudah aku mau masuk dulu. Kasihan anak-anak su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN