42. Rahasia yang terbongkar

1718 Kata

"Po-polisi?" pekik Riska dalam hati. Seketika jantungnya berdetak dengan kencang. Apa yang harus ia lakukan. Tok ... tok ... tok ... Suara ketukan pintu itu kembali membuatnya takut. Ia berjalan menjauh dari pintu dengan langkah mundur. "Ris, siapa yang datang? Kenapa pintunya gak dibuka?" tanya Haikal saat melihat gelagat aneh pada Riska. Pria itu berjalan melewatinya, Riska menahannya kemudian menggeleng perlahan. "Kamu kenapa sih? Kayak orang ketakutan aja, biar aku saja yang buka pintu," ucap Haikal mengibaskan tangannya. "Aku mohon jangan, Mas. Jangan dibuka," pinta Riska, ia takut luar biasa. Takut kalau langsung ditangkap. Haruskah ia merasakan dinginnya jeruji penjara. "Halo, permisi ... Apa ada orang di dalam?" teriak suara dari luar. Haikal memandang Riska dan pintu secara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN