Haikal menjatuhkan pantatnya dengan kesal di sofa ruang tamu rumah ibunya. "Kamu kenapa, Haikal? Kenapa kesal begitu? Kamu bertengkar sama Riska?" tanya ibu penasaran melihat gelagat putra lelakinya. "Bagaimana gak kesal, Bu! Riska, dia yang sudah menculik si kembar, Bu. Dia dalangnya!" "Apa? Mana mungkin, Kal! Riska kan wanita baik-baik." "Gak mungkin gimana, Bu. Aku dengar sendiri dia berbicara di telpon sama seseorang!" Wanita paruh baya itu terdiam, seolah tak percaya apa yang dilakukan oleh menantu barunya. "Anakku, darah dagingku diculik oleh ibu tirinya sendiri! Ibu bisa bayangkan betapa jahatnya dia, Bu! Riska sungguh keterlaluan!" ketus Haikal lagi. Rasa amarah dan kecewa berkecamuk jadi satu. "Ibu gak nyangka Riska yang melakukan semuanya, memangnya dia punya dendam apa sa

