39. Sebuah tuduhan

1705 Kata

"Oh, jadi kamu masih belain dia ya? Oke!! Awas saja! Jangan salahkan, kalau aku nekat!" "Apa maksudmu, Ris?" Riska terdiam dengan sorot mata penuh kebencian. Haikal menghela nafasnya dalam-dalam. "Aku takkan biarkan kamu bertindak nekat, Ris. Sama saja kamu telah mempermalukanku di depan Mila. Terlebih ada laki-laki sok jagoan itu di sampingnya. Benar-benar memuakkan!" Haikal menggeram kesal. Sementara Riska masih bergeming. Kebenciannya terhadap Mila semakin memuncak. 'Masa iya aku kalah sama wanita kampungan itu! Aku yakin anak-anaknya lah yang dijadikan tameng untuk kedekatan mereka kembali. Apalagi Mas Haikal terlihat masih mengharapkannya. Takkan kubiarkan dia berbuat lebih lanjut. Aku akan buat perhitungan. Tunggu saja.' Batin Riska mulai meracau sendiri. Riska membanting pintu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN